Feb 19, 2012

Curhatnya Operator Terampil Pekak



di kecamatan yang kecil ini banyak orang bergantung pada sebuah perusaaan yang sangat membantu perekonomian dengan setatus sebagai perantau kelas berat. bekerja sebagai seorang lelaki yang  menjadi punggung dari keluarga. tuntutan ekonomi juga selalu menjadi masalah akan peliknya kehidupan yang semakin merangkak maju di kecamatan ini.. tak perduli siapa yang didepan dan siapa yang akan tertinggal. butuh perkalian yang cukup tinggi untuk keberhasilan yang lebi baik. walau terkadang permasalahan hutang yang tak kunjung terselesaikan. 

menjadi karyawan itu emang banyak suka dukanya. sukanya dimana saat tanggal dan waktu telah tiba untuk menikmati hasil atas kerja selama 1 Bulan. serentak mungkin seluruh penduduk kecamatan ini tersenyum dengan girang.... horeeee gajian, mungkin begitulah teriakan para istri dan anak Buruh Operator Terampil Pekak itu. tapi mungkin yang lebih riang lagi adalah para pedagang di kecamatan ini. berharap dagangan mereka untung lebih dari hari biasanya. dan pemilik warung di sekitar tempat tinggal otomatis akan ikut menemani Lemburan para Operator Terampil Pekak untuk menghitung total hutang harian mereka. riuh dan meriah suasana kecamatan ini pada saat Tanggal 5. semua orang akan menuju pusat dimana uang mereka bisa mereka pegang, tak perduli mereka harus antri berdesak desakan, kepanasan bahkan kehujanan agar mereka bisa masuk kedalam ruang kenikmatan yang berukuran 1X1 1/2 yang sangat memberikan kesejukan didalamnya. (ATM)

lantas bagaimana saat mereka keluar, tak sedikit yang membawa wajah sepet yang sepertinya mereka kehabisan nafas menghirup bau Preon Air Conditioner yang bocor didalam runangan ATM itu. sebab yang bergumul disana adalah mereka Operator Terampil Pekak yang menyusun 2barisan yang terdiri dari 20-30shaft. hahahaha...tapi tetap ada canda diantara mereka, Banyak dapatnya, Makan Enaklah Nanti malam, begitulah bentuk kalimat yang mereka keluarkan saat melihat teman yang baru saja keluar dari mesin ATM.

dan tau kenapa wajanya sepet, asem seperti bau kaos kakinya para Operator Terampil Pekak. karna mereka akan bersiap untuk menghitung rugi dari gaji mereka yang akan di potong untuk...

1. Bon Warung Buat Makan Hari2
2. Uang Sekolah anak yang katanya geratis tapi tetep aja ada uang tetek bengeknya.
3. biaya kontrakan, listrik dan lain sebagainya.
4. potongan utang ini itu yang arus dibayar.
5. belum lagi mertua datang.... waduhhh pusing euy......

bagi mereka yang selalu merasakan rezeki berlebih kecamatan ini seperti kecamatan yang habis merayakan  parade tahun baru,. ramainya kendaraan dijalanan, penuhnya pusat perbelanjaan, grosiran sampe pedagang kaki lima yang banyak dirubungi orang seperti bangkai dirubung lalat. para anak muda yang memacu kendaraan dijalan raya yang kegirangan karena baru tadi selepas magrib maknya kasi uang jajan untuk jalan2 dan kumpul bareng teman. bahkan banyak yang memulai perjalanan menuju ibu kota untuk memanjakan mata dan selera mereka.

dan lain cerita dengan Operator Terampil Pekak yang tak mampu membawa anaknya jalan jajan keluar rumah. alhasil tetap ada keriangan yang diperjuangan Operator Terampil Pekak dengan membawa bungkusan hitam kecil yang bakal diteriakin oleh anak2nya dirumah. walau itu cuma sekotak martabak.

tapi semua ini bisa terlalui apabila Operator Terampil Pekak mensyukuri akan rizki yang mereka peroleh dan berusaha sekuat mungkin menghindari hutang yang berlebih dari pendapatan mereka dan berusaha untuk berjuang menyimpan lembaran demi lembaran didalam saku mereka.

tapi bagaimana kisah yang akan terlanjur dan sudah terlanjur dengan permasalahan hutang dari Operator Terampil Pekak..? berikut saya kisakan buat para teman teman saya yang bersetatus lajang sama seperti saya..

Kalau kita melihat kearah belakang ini emang udah gak Zamannya lagi. menjalani kehidupan seperti dulu dimana kehidupan sekarang berotasi jauh meninggalkan kehidupan pelik dulu. jawabannya adalah GENGSI. betul tidak bapak ibu......? mau jalan kaki sementara anak baru bisa ngelap ingus udah pake kendaraan tinggal gas langsung nyampe. gak zamannya. mau liat kawan berangkat telat tinggal gas langsung nyampe..? gak zamannya... mau tak maukan...? kita ikutin zaman ini... jual peneng beli motor begitulah istilahnya, jual peneng buat nikah begitu juga istilahnya...

yang saya sedihkan dari para teman sekalian, disaat kenekatan kalian mencari penjamin untuk melancarkan urusan kalian mempersunting si Mawar disinilah sesungguhnya awal dari penderitaan yang akan kalian mulai. berfikir realistis itu emang mudah, pinomat 13 jeti bisa ditangan buat harga diri di depan calon mertua nantinya. dan saya mengatakan itu salahhhhhh.. kenapa salah...? noh temen saya banyak menderita dan jadi pengeluh yang tak pernah sirna. masih mau bertanya kenapa...? kalo kamu berfikiran yang mandiri dan menjunjung semangat dan kerja keras yang kuat yang menjadikan kamu seorang perantau yang hebat menjauhlah dari itu. tinggalkan hura2, berikan apa yang ada dari kamu yang bisa kamu berikan. gak usah malu dengan yang lain. toh kamu yang jalani hidup itu sendiri. berbenahlah dari sekarang. zaman ini tak bisa diikuti. karna yang akhir itulah yang bakal kita ikuti.

siapkan ketenangan kehidupan bukan ketenangan untuk menjalani kehidupan. berfikirlah dengan matang untuk menjalankan keyakinan. jangan hanya jadi orang yang ikut ikutan dan kemudian tenggelam dalam penderitaan.






Feb 9, 2012

17 Hal Yang Perlu Kau Ingat











1. Jika sudah terjadi masalah, tdk harus dihindari (bingung), tapi HARUS DIHADAPI dengan tenang (dipikirkan jalan keluarnya) dan pasti selesai/ ada jalan keluarnya. 
2. Menghadapi semua hal, tdk boleh berpikir negatif, seperti: "saya pasti tdk mampu", "saya tdk bisa", dan seterusnya. Tapi selalu berpikir positif, seperti: "saya bisa, pasti ada jalan keluarnya" dan lain lain.
 

3. Sudah dan senang semuanya tergantung pikiran saja!! ( Pikiran adalah pelopor!!). Jadi jaga pikiran kita baik - baik. Jangan pikir yang jelek/negatif. Selalu berpikir yang positif (baik).

4. Segala kesulitan/kesusahan akan berakhir. sebesar apapun masalahnya akan selesai juga dengan berjalannya waktu. Seperti pepatah mengatakan : TIDAK ADA PESTA YANG TIDAK BERAKHIR.

5. Orang yg sukses 85% ditentukan dari sikap/prilaku, 15% baru ditentukan ketrampilan. Jadi sikap kita dalam hidup ini sangat penting.

6. Segala sesuatu berubah (anicca). Kita tdk perlu susah. Misalnya : sekarang susahnya, selanjutnya pasti berubah menjadi senang. sekarang ada orang yang tdk senang pada kita, suatu saat nanti akan baik juga.

7. Hukum karma, berarti berbuat baik akan mendapat hasil baik dan sebaliknya, seperti tanam padi, pasti panen padi. Ingat!! Usahakan setiap saat selalu berbuat (tanam) kebaikan agar mendapatkan (panen) kebaikan. Jgn melakukan kejahatan. Dan jgn berharap mendapat balasan dari perbuatan baik kita!!!

8. Kesehatan asalah paling nomor satu (berhaga). Jaga kesehatan kita dengan olahraga, istirahat yang cukup dan jangan makan sembarangan. 

9. Hidup ini penuh dengan masalah/persoalan/penderitaan. Jadi kita sdh tahu TIDAK MUNGKIN SELALU LANCAR/TENANG. Siapkan mental, tabah, sabar dan tenaga untuk menghadapinya. itulah kenyataan hidup yang harus dihadapi oleh setiap manusia.

10. Masa depan seseorang sangat tergantung pada sikap dan buku buku yang dibaca. Jadi membaca sangat penting dan menentukan masa depan seseorang.

11. Jangan membicarakan kejelekan orang lain, karena kita akan dinilai jelek
oleh orang yg mendengarkannya.

12. Pergaulan sangat penting dan merupakan salah satu kunci sukses. Boleh bergaul dengan orang jahat maupun baik asal kita HARUS TAHU DIRI/JANGAN TERPENGARUH LINGKUNGAN. Lebih baik lagi apabila kita bisa menuntun yang jahat ke jalan yang benar.

13. Budi orang tua, tidak dapat dibayar dengan apapun juga. begitu juga dengan
budi orang2 yang telah membantu kita.

14. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jangan minder dengan kekurangan kita. dan jangan iri dengan kelebihan orang. HARGAILAH DIRIMU APA ADANYA!!!\

15. JANGAN MEMPERTENTANGKAN (MEMPERDEBATKAN) hal hal kecil yang tdk berguna
dengan siapapun juga. 

16. Kunci sukses dlm hidup ini, selalu bersemangat, berusaha, disiplin, sabar, bekerja keras, rajin berdoa/sembahyang, banyak berbuat baik serta tdk blh berputus asa.

17. Jangan Menilai orang dari Harta(kekayaan), penampilan ataupun kondisi
fisik. Semua orang itu SAMA!!!

Feb 8, 2012

Semua Akan Kembali Keasalnya

Perihal menjadi kaya ini, biasanya orang selalu berpendapat bahwa apabila mereka menang lotere maka mereka akan menjadi kaya raya dan sangat bahagia. Tapi apakah itu benar ? Cerita ini dimulai di sebuah pantai Meksiko, di sebuah dusun nelayan. Pada suatu hari menjelang waktu makan siang seorang turis dari Amerika memperhatikan para nelayan pulang dan menurunkan hasil tangkapan ikan mereka. Para nelayan itu kemudian bersiap-siap untuk pulang ke rumah.
Lalu turis Amerika itu bertanya kepada salah satu nelayan, "Oh Tuan, kalau tidak keberatan, bolehkan saya bertanya apa yang anda lakukan?" Nelayan itu menjawab, "Tuan, saya baru pulang dari melaut, saya senang karena hasil tangkapan ikan hari ini bisa untuk membayar kebutuhan hidup kami. Jadi saya sekarang akan pulang dan makan siang dengan istri saya. Setelah makan siang saya akan tidur sian dan sore harinya nanti akan bermain dengan anak-anak saya. Kemudian pada petang hari setelah makan malam, mungkin saya akan ke warung, bermain gitar serta minum-minum santai bersama beberapa teman. Sungguh menyenangkan sekali."


Turis Amerika itu kemudian berkata, "Tuan, apabila tidak keberatan saya ingin memberikan sedikit saran. Saya adalah profesor pengajar mata kuliah bisnis di sebuah Universitas yang terkenal di Amerika, saat ini saya sedang berlibur. Saya ingin memberikan saran untuk menolong Anda. Bagaimana kalau Anda pergi melaut lagi sehabis makan siang nanti? Maka Anda dapat menangkap ikan yang jumlahnya dua kali lipat dari biasanya. Anda bisa mendapat lebih banyak uang. Dengan uang itu dalam beberapa bulan Anda bisa menggaji pegawai dan menambah sebuah perahu lagi, sehingga jumlah ikan yang Anda tangkap menjadi empat kali lipat." "Dengan cara seperti ini dalam kurun waktu 5 atau 6 tahun Anda bisa menjadi juragan besar pemilik armada berpuluh-puluh perahu nelayan. Setelah itu anda bisa memindahkan kantor perusahaan Anda ke sebuah kota besar dan melebarkan sayap usaha Anda ke bidang-bidang bisnis lainnya. Sebagai seorang Direktur dari perusahaan besar, Anda bisa mengambil gaji besar. Kemudian daftarkan perusahaan Anda pada bursa saham dan 'go public' untuk menjaring modal yang lebih banyak lagi. Kemudian Anda beli kembali saham Anda sehingga harganya semakin naik agar nantinya bisa menjual semua saham Anda dengan harga yang lebih tinggi. Setelah itu Anda bisa pensiun dengan nyaman."

"Dalam tempo lima puluh tahun Anda pasti akan pensiun sebagai seorang milyarder kaya raya, saya jamin itu karena saya seorang professor mata kuliah dan sangat paham dengan urusan ini." Nelayan Meksiko tersebut mendengarkan dengan sangat seksama dan penuh rasa hormat. Di akhir pemaparan professor itu, dia lalu bertanya, "Tapi Tuan, apa yang akan saya lakukan dengan uang yang sangat banyak nanti?" Professor Amerika tertegun untuk beberapa saat, anehnya professor ini tidak pernah memikirkan rencana bisnisnya sampai sejauh ini. Satu-satunya hal yang terlintas dalam pikirannya adalah bagaimana cara untuk menghasilkan lebih banyak uang, tapi tidak pernah terpikir olehnya untuk apa uang tersebut akan digunakan.

Professor itu kemudian menjawab, "Dengan uang itu nanti Tuan bisa pensiun, santai. Mungkin bisa liburan di kampung nelayan yang tenang dan nyaman, seperti kampung ini contohnya. Anda bisa membeli perahu kecil dan pergi menangkap ikan untuk bersenang-senang di pagi hari dan pulang di siang hari untuk makan siang bersama istri Anda. Kemudian Anda bisa tidur siang dan bermalas-malasan atau bermain dengan anak-anak. Petang harinya Anda bebas pergi ke warung dan bersenang-senang dengan teman Anda."

Nelayan tersebut menjawab "Tapi Tuan, bukankah itu semuanya seperti yang sudah saya lakukan saat ini?" Professor itu kemudian terdiam dan kehilangan kata-katanya.

Seringkali itulah yang terjadi, banyak orang ingin menjadi kaya raya agar mereka dapat hidup seperti orang miskin

Simple Fresh




Ternyata hidup bijak itu sederhana...Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.

Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik." Ibu menjawab: "Mengapa?"Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.". Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah."Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam."Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi."Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."

Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?"Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya sedikit."
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja

Feb 6, 2012

Kasih Sayang


 
 
 
Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut". Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?" Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar". "Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali", kata pria itu. 
 
Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini".

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam."Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama sama", kata pria itu hampir bersamaan. "Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seorang pria itu berkata, "Nama dia "Kekayaan", katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, "sedangkan yang ini bernama "Kesuksesan", sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama "Kasih Sayang". Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke dalam rumahmu. 
 
Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.Suaminya pun merasa heran. "Ohho... menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan. Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, Sayangku,...? kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita. Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih Sayang yang masuk ke dalam?  Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih Sayang. 
 
"Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Kasih Sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih Sayang menjadi teman santap malam kita." Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3pria itu.. 
 
"Siapa diantara Anda yang bernama Kasih Sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini. "Si Kasih Sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. dan anehnya, ternyata kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Kasih Sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?" Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan.
 
"Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih Sayang, maka kemana pun Kasih Sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih Sayang, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih Sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan di saat kami menjalani hidup ini."
 
 
 

Feb 5, 2012

Kisah Sedih Untuk Keluarga






Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan , tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..

Kebahagian Untuk Keluarga




Seperti biasa Toni, Kepala Cabang sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Nanda, putra pertamanya yang baru duduk di kelas 2 SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.
“Kok belum tidur?” sapa Toni sambil mencium kening anaknya. Biasanya Nanda sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga.
Nanda menjawab, “Aku menunggu Ayah pulang, sebab aku mau bertanya berapa sih gaji Ayah?”
“Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah segala? Mau minta uang lagi, ya?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja.”
“Boleh, kamu hitung saja sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,- Dan setiap bulan rata-rata Ayah bekerja selama 25 hari. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?”

Nanda berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Toni beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Nanda berlari mengikutinya.
“Kalau satu hari Ayah dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Ayah digaji Rp. 40.000,- dong”, katanya.
“Hah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok”, perintah Toni. Tapi Nanda tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Nanda kembali bertanya, “Ayah, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- nggak?”
“Sudah, nggak usah macam-macam. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek dan mau mandi dulu. Tidurlah.”
“Tapi Ayah…”

Kesabaran Toni habis. Pekerjaan di kantornya seharian ini betul-betul menguras tenaganya.
“Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Nanda. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Toni nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Nanda di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Nanda didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangan yang satu dan mainan ular tangga di tangan lainnya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Toni berkata, “Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Nanda. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp. 5.000,- saja, lebih dari itu pun Ayah beri.”
Tangis Nanda langsung berhenti. Ia bangkit dan duduk sambil memandang ayahnya.
“Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.”
“Iya, iya, tapi buat apa?” tanya Toni lembut.

“Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. 30 menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau membeli waktu Ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp. 15.000,- Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam berarti Rp. 20.000,- Uang tabunganku kurang Rp. 5.000,- Makanya aku mau pinjam dari Ayah, kata Nanda polos.”

Manajemen waktu






Suatu hari, seorang ahli 'Manajemen Waktu' berbicara di depan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai lustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para siswanya.

Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja.

Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam toples. Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya: "Apakah toples ini sudah penuh?"

Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah!" Kemudian dia berkata, "Benarkah?"
Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan
kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya,
sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu.

Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi: "Apakah toples ini sudah penuh?"

Kali ini para siswanya hanya tertegun,"Mungkin belum!", salah satu dari siswanya menjawab.
"Bagus!" jawabnya.

Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan.

Sekali lagi dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?"

"Belum!" serentak para siswanya menjawab.

Sekali lagi dia berkata, "Bagus!"

Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas. Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya dan bertanya: "Apakah maksud dari ilustrasi ini?"

Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, "Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!"

"Bukan!", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini
mengajarkan kita bahwa :
JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN
PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.

"Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu. Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya. Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu".

Keajaiban Persahabatan

Ini kisah persahabatan dua anak manusia. Yang seorang adalah putra presiden, yang lain pemuda rakyat jelata bernama Pono. Persahabatan ini sudah terjalin sejak mereka masih di bangku sekolah. Pono punya kebiasaan yang kadang menjengkelkan. Apa pun peristiwa yang terjadi di depannya selalu dianggap positif. "Itu Baik!" katanya senantiasa.

Hari itu seperti yang sering mereka lakukan, Pono menemani sahabatnya berburu. Tugasnya membawa senapan dan mengisi peluru agar selalu siap digunakan. Entah kenapa, barangkali belum terkunci secara sempurna, setelah diserahkan kepada sahabatnya senapan itu meletus. Akibatnya cukup fatal.Ibu jari putra presiden terkena terjangan peluru dan putus. Melihat itu Tanpa sadar dengan kalemnya Pono berkomentar. "Itu Baik!" Kontan sahabatnya naik pitam. 
"Bagaimana Kau ini! Jempolku putus tertembak, malah dibilang Baik. Brengsek!" Agaknya, kali ini kelakuan Pono tak termaafkan. Ia dijebloskan ke penjara.
Beberapa bulan kemudian, sang putra presiden kembali pergi berburu ke Afrika. Malang, ia tersesat di hutan lebat dan ditangkap suku primitif yang masih kanibal. Malam harinya, dalam keadaan terikat ia akan dibakar untuk disantap ramai-ramai. Anehnya, mendadak ia dibebaskan. Belakangan ketahuan, suku tersebut pantang memangsa makhluk yang organ tubuhnya tidak lengkap.
Nasib baik itu membuat sang putra presiden termenung. Ia teringat kembali peristiwa ketika jempolnya putus tertembak lantaran ulah Pono. Ia kemudian menemui Pono di penjara.
 
"Ternyata Kau benar. Ada baiknya jempolku tertembak," katanya sambil menceritakan peristiwa yang baru saja dialaminya di Afrika. "Aku menyesal telah memenjarakanmu."
"Oh, tidak!' Bagiku, ini Baik!"
"Bagaimana kau ini? Memenjarakan teman kau bilang baik?"
"Kalau aku tidak dipenjara, pasti saat itu aku bersamamu."
 Kisah satir ini mengingatkan pada pernyataan Randolph Bourne, intelektual Amerika yang juga anak didik John Dewey. Katanya, seorang teman itu memang dipilih untuk kita berdasarkan hukum perasaan yang tersembunyi, bukan oleh kehendak sadar kita si manusia.

Manajemen Stress





Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress Steven Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira-kira segelas air ini?"
 
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. " kata Covey" Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey.
"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
 
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa.

Kentang Busuk

Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak (TK) mengadakan"permainan".
Ibu Guru menyuruh tiap² muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang. Masing² kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukanberapa ... tergantung jumlah orang² yang dibenci.

Pada hari yang disepakati masing² murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka tiap² kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci. Murid² harus membawa kantong plastik berisikentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun,selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang² pun mulai membusuk, murid² mulai mengeluh,apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap. Setelah 1 minggu murid² TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru : "Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1minggu ?"

Keluarlah keluhan dari murid² TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasanyaman harus membawa kentang² busuk tersebut kemanapun mereka pergi. Gurupun menjelaskan apa arti dari "permainan" yang mereka lakukan.

Ibu Guru : "Seperti itulah kebencian yang selalu kitabawa² apabila kitatidak bisa memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidakmenyenangkan membawakentang busuk kemana pun kita pergi. Itu hanya 1minggu. Bagaimana jikakita membawa kebencian itu seumur hidup ? Alangkahtidak nyamannya ..."

Kisah Segelas SUSU





Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu kepintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air. Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudianbertanya,
 
"berapa saya harus membayar untuk segelas besar susuini ?"
Wanita itu menjawab:
"Kamu tidak perlu membayar apapun".
"Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaranuntuk kebaikan" kata wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya danberkata :" Dari dalam hatiku aku berterima kasih padaanda."
 
Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.

Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal siwanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata Dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui halaman rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui siwanita itu. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan.. . Wanita itu sembuh !!.
 
Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien. Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.
Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihantersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut.
 
Ia membaca tulisan yang berbunyi..
"Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu.."
tertanda, DR Howard Kelly.
 
Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa :"Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhiseluruh bumi melalui hati dan tangan manusia"

dikutip dari

Jan 14, 2012

ILMU DI JALAN DEBU (Persimpangan PT. SIR)






Diantara sekian banyak nikmat Allah yang telah kita rasakan, ada satu nikmat yang melandasi datangnya nikmat-nikmat yang lain, yaitu ilmu. Sebab dengan ilmu, seseorang akan dapat memahami berbagai hal dan karena ilmu juga, seseorang akan mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi di sisi Allah, juga di kalangan manusia. Terutama jika disertai dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Baik dia seorang budak atau orang merdeka; seorang bawahan atau atasan; seorang rakyat jelata ataupun para raja. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya,

يَـأَيُّهَاالَّذِيْنَ ءَامَنُوا إِذَاقِيْـلَ لَكُمْ تَفَـسَّحُوْافِيْ الْمَجَلِسِ فَافْـسَحُوا يَفْـسَحِ اللهُ لَكُمْۖ وَإِذَا قِيْـلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَتٍۗ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبْيْرٌ ۝

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepada kalian, ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis,’ maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untuk kalian. Dan apabila dikatakan, ‘Berdirilah kamu,’ maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui atas apa yang kalian kerjakan.” (Qs. Al-Mujadilah: 11)












Jan 8, 2012

First Love In YAMATU




Terkadang aku tersenyum, terkadang aku bersedih saat aku terjaga. dan terlintas sejuta tanya. ada apa..? kenapa...? pertanda apa ini..? saat aku terjaga oleh mimpi yang menjumpakan aku dengan sosok cinta pertama. bukan sekali, dua kali tapi mungkin ribuan kali. 


Sesaat aku duduk dan bersandar di ujung tepat tidurku, memikirkan kenapa mimpi ini terus terulang dan mengenang dosa disaat aku melumpuhkanmu dengan kata-kata seolah tak pernah terjadi rasa cinta yang besar padamu.. kini aku tak pernah lagi bisa melihatmu, cuma mimpi ini yang terus bisa mengingat dirimu. lantas aku bertanya kepada pemilik Alam ini. Apa disana dia juga mendapatkan mimpi yang sama sepertiku. jika ia,, lantas bagaimana dengan Imamnya, penuntunnya, juga ayah dari anaknya.

Entalah, jika cinta ini cinta yang besar untuknya semoga imanku tak mengusik kebahagiannya. ini juga hukuman disaat semua jawaban mulai terjawab justru aku yang menghancurkan. dan mimpiku tentang dirimu teruslah hadir sebagai isyarat engkau bahagia disana. dan aku mungkin akan terus seperti ini mengenang kisah sesaat bersamamu di YAMATU Itu.


Dec 28, 2011

Pesan Moril Yang Selalu Ku Ingat


Pelajaran Hidup Buatku di Tanggal 28/12/2011



Baru selang 1 hari syukuran acara khitanan ponakan usai. Dan kini tinggallah penat yang tersisa sampai aku harus meliburkan diri untuk tak kerja malam ini.

Sungguh tubuh ini penat sekali, hujan yang membuat repot dan harus menyibukkan diri dimana tenda yang aku pasang bersama abang untuk naungan para tamu, menjadi wadah hujan yang nyaris merobohkan tiang penyangganya. Tak henti2 aku selalu mendorong air dengan selembar papan agar tak menjadi kekacauan yang membuat urung para tamu. Tak perduli baju ini basah saat hujan semakin deras.

Dari kejauhan terlihat rombongan mobil dari para sanak famyli yang tinggal dipedalaman kota tapi rezekinya mungkin lebih dari orang kota. Seluruh keluarga sepontan menyambut dengan teriakan, tertawaan yang lepas. Akirnya datang juga. Begitulah katanya…

Tapi bukan disini letak keindahannya. Seusai acara selesai saat magrib menjelang acara ini resmi ditutup walau masih ada tamu yang datang. Aku, ibu, abang dan keluarga berbincanglah diluar sembari bercerita tentang peristiwa tadi siang hingga malam mulai meninggi. Dalam suasana suasana rintik hujan perbincangan itu seolah menghangatkan tubuh dari dingin yang terus menggerogoti tulang. Dan semua terhening ketika ada kabar bahwa salah 1 saudara datang bersama istrinya dari pelosok kampung yang paling pelosok. Saat ini dia menunggu di depan pusat perbelanjaan kota perawang dan memintaku untuk menjemput mereka. Tak pikir lagi, aku segera berangkat untuk menyampiri mereka.

 Lantas mataku langsung tertuju kepada seorang yang tua, wajah yang hitam dengan sepatu bot tinggi dikakinya sedang duduk diatas sepeda motor tua yang dekil yang mungkin kalau aku disuruh membawanya aku mungkin merasa malu. Dan disebelahnya berdirilah seorang wanita mengenakan jacket kuning dengan memeluk sekantung pucuk pakis. Aku melihat kearah arlojiku. Tepat jam 22.35. dan aku menyapa..? wah nekat kali bang Dari sana naik motor kayak gini. Nantilah ceritanya dirumah. Seep… aku mempersilahkan istrinya naik kemotorku, karna kulihat wajah lelah di istrinya. Lantas aku terkejut kembali ketika aku menyalakan mesin motorku hanya dengan jempol tanganku sementara kulihat dia berlari menyorong motornya dan breeem… motor itu nyala. Aku hanya tersenyum kecil melihatnya sambil berjalan pelan menuju rumah.

setiba dirumah ibu langsung menyapa…? Owalah Anto. Datang juga kau nak..! ia mak, alhamdulillah nyampe juga aku kemari, ketemu juga aku sama mamakku yang baru pulang dari hajji. itulah kalimat dari kedunya. Suasana semakin haru saat kulihat air mata keluar dari mata ibuku saat memeluknya dengan erat. Silahkan duduk kupersilahkan buatnya dan istrinya…?

Wah bang…? Kenapa tadi gak gabung sama rombongan, mobilnyakan banyak kosong. Ini naek motor, lampunya gak ada, pakai senter, gak pake helm nekat kalilah abang sama kakak ni jam berapa dari sana..?

Ta ..! abang dari rumah jam 5. katanya ada yang bilang rombongan itu mau berangkat jam 8, ada yang bilang jam 10, ada yang bilang jam 1. jadi abg bingung, mana abang lagi gembalakan kerbau orang. Jadi abang piker biarlah nanti abang pergi sama kakak berdua. Diman sih perawang itu, dimana sih rumahnya..? gak mungkin abang gak ketemu. Adi tadi jam 2 siang pas abang duduk dibawah sawit orang karma kebetulan hujan abang lihatlah kedepan. Banyak kali pucuk pakis, abang petiklah pucuk pakis itu 5 tangakai, terus abang mikir…??!!? Mamak suka kalilah sama pucuk pakis ne terus abang petikinlah ngak kerasa udah ada 1 kantong lumayan. Jam 4 abang pulang, mandi terus bilang keistri abang. Ayok kita berangkat. Kemana..? keperawang jumpain mamak. Istri abang kaget, apa tau jalannya keperawang kata istri abang.. Udah berangkat aja. Banyak orang yang bisa kita tanyak.

Hari dah jam 6 petang saat diperjalanan abang berfikir..? inikan musim hujan pasti banyak orang nyalai (ikan salai) di kampung sini. Sebentar abang berhenti dan mencoba bertanya kepada penduduk kampung tersebut. Pas kali,, katanya dengan nada semangat. Yang ditanya memiliki beberapa ikan salai dan mereka juga mau jual. Kemudian masuklah istri abang kerumahnya dari depan, menuju dapur rumah orang yang jual salai tadi. Ni dia ikan salainya tegas bang Anto. 1 kilo. Dan bodohnya istri abang masuk dari depan keluar dari belakang. Yang dibawanya apa…? Coba kau tengok sendalnya…! Itu sandal orang yang jual salai. Sejelek2nya sandal istri abang rupanya lebih jelek lagi sandal orang yang jual salai yang dibawanya.

Sepontan aku dan keluarga tertawa terpingkal2 meliat kebawah kerah kaki istrinya. Sepasang sandal swallow lecek yang tumitnya bolong.….. dan tetap serus menunggu kelanutan ceritanya.

Tata tau jalannya kami gimana tadi,…
(ntah apa nama daerahnya aku lupa) abang tengoklah,,!! loh didepan ada banjir ucap abang sama istri abang. Karna takut kalau banjirnya dalam abang suruh istri abang turun. Abang juga turun, motor butut ini abang matikan terus abang tuntunlah.. langkah-melangkah terus kok makin dalam wah…. Gak iya ini.. abang tengok jam udah jam 7. ini semua kanan kiri udah gelap. Hutan aja semua. Pas abang senter kedepan.. okh aman, didepan udah gak banjir, pelan2 abang jalan kok gak abis2 banjirnya. Ni air udah sepaha. Motor ini setengah badanyya udah kerendem air. Gak peduli abang yang jelas cepatlah nyampe ketempat yang gak banjir. Tau ta…?? 3 kilo mungkin ada banjirnya Ta.. asal kau tau.

Busyet dah dalam hatiku.. terus bang…!

Begitu banjirnya dah lewat abang soronglah motor ini. Cuma sebelum abang sorong abang bilang, jangan sampai kau gak hidup ya..? kau hantarkan dulu aku sampe ke mamakku abis itu terserahlah sama kau…


Sepontan aku dan keluarga kembali tertawa terpingkal2….. dan tetap serus menunggu kelanjutan ceritanya.

Alhamdulillah nyampe juga kami. Kau tengok sendirilah kayak mana sekarang. Helm gak ada, spion gak ada, motor kayak gitu. Baju ini aja belum kering2 dari tadi. Tapi niatlah yang ngantarkan kami kemari. jadi ta.. pelajaran buat kau, kita ini punya saudara kaya jangan pernah kita pikirkan untuk kita mudah mendapatkan bantuan dari mereka. Sikapi hidup ini dengan kerja keras dan hasil keringat sendiri, rezeki mereka bisa datang dengan mobil mewahnya Alhamdulillah, rezeki abang  bisa datang  naik motor butut ini terus lewati medan yang gak dilewati orang ya Alhamdulillah. Jangan mudah untuk bertumpu tangan kepada orang lain. Sembari menyerahkan sekantung ikan salai dan pucuk pakis kepada ibuku.





Mana tau pembaca bingung..
*bang anto itu anakNya kakak emak saya
*jarak tempuh dari rumahnya ke perawang wajarnya 2,5jam
*tinggalnya di daerah garuda sakti desa pantai cermin (masih pekanbaru)
*kerjanya bertani dan gemabala sapi
*rumahnya bisa dikatakan di dalam hutan
*diatas itu foto dia bersama saya di tepi sungai tapung saat saya membawa rekan2 kantor memancing di sungai tapung





.                                                                       bang anto

Hallo


Kemarin saya nelp temen saya yang baru saja menikah..

Saya     : Hallo sob..? gimana pesta kemaren.. sukses…?
Teman  : Alhamdulillah lancer… lu kapan nyusul…?
Saya     : Belum tau ne sob. Pengennya sih cepet. Tapi….
Teman  : Tapi apa..?
Saya     : Saya bingung sob. Saya ini pengennya nikah itu yang wajibnya saja..? tak ada pelaminan dan hiruk pikuk suasana pesta.
Teman  : wah bagus itu..!
Saya     : IYa..? saya rasa itu suatu hal yang mubazir.. prediksi untung malah rugi..
Teman  : ha.ha,.ha bisa aja lu
Saya     : iyalah… selesai Akad nikah ya sudah. Sah..sah..sah..
Teman  : Sah…..
Saya     : tapi gimana dengan keluarga dia sama keluarga saya ya sob..?
Teman  : Akh…? Yang mau nikah itu lu apa keluaragal apa keluarganya…? Lagian pesta pernikahan itu bukan untuk kita. Tapi untuk mereka. Kita ini hanya pajangan aja bung. Kalo untung mereka senyum, kalo rugi ceritanya nyampe ke kuping lu.
Saya     : emang sih sob..? tapi banyak yang mendengung di telinga saya sob..
Teman  : Maksud lu…?
Saya     : ada yang bilang kalau nikah Cuma gitu2 aja gak pake acara rugilah.. toh nikah itu hanya 1 kali. Terus ada yang bilang, mana mungkin jaman sekarang punya keluarga tapi nikahnya versi nabi..? piker ajja . dia anak pertama. Dan kau anak bungsu, apa mau nanti mereka nikahin kalian tanpa pesta..?
Teman  : hey bung.. syukur kita bisa nikah, syukur juga jodoh kita itu deket. Lu tinggal bilang aja ke keluargalu.
Saya     : ntuh dia bung masalahnya..! kemaren saya bilang iseng2 ke ibu lewat telp. Tapi jawabannya makin mendengungkan saya punya telinga sob..?
Teman  : Apa itu..?
Saya     : nantilah sabar dulu. Kumpul2 duitmu dulu. Emang kau dah punya tabungan berapa…? Trus kira2 bulan 3/2011 yang lalu saya kan sempat maen ke kotanya tuh sekalian ketemu sama keluarganya pas kebetulan adiknya nikah. Wahhhhhhh gila sob, saya menyaksikan pesta yang begitu meriah.. taksiran di otak saya sih diatas 50an…
Teman  : wah… siap2lah lu..!
Saya     : apa yang  siapin..?
Teman  : lu pinjem sana duit koperasi buat modal lu kawin.
Saya     : gila kau sob..? sori2, sori jecklah. habis nikah terus sengsara saya. Semoga Allah jauhkan saya dari hutang itu.
Teman  : terus gimana tuh.
Saya     : gaji 1 bulan saya rasa udah cukuplah buat bayar KUA.
Teman  : hahahah…. Betul itu.terus sekarang apa lagi yang ditunggu…?
Saya     : gak ada lagi sih yang ditunggu. Tinggal nyewa orang buat jadi wali ajja sekarang..
Teman  : weah… keluargalukan banyak..?
Saya     : selagi bisa kaki lelakiku ini berjalan sendiri saya bakal coba sendiri.
Teman  : kenapa begitu..?
Saya     : apa lagi sob.. dukungan moril udah cukup dari saya sendiri. Dukungan piti ya gak mungkinlah. Tetep aja cari sendiri.
Teman  : goodd
Saya     : thank’s sob. Saya kerja dulu. Sukses terus moga cepet dapet momongan. Assalammualaikum
Teman  : Waalaikum salam.

Dec 26, 2011

I want to see father


para sahabatku yang bahagia hidupnya.

bagaimana rasa dan bentuk kebahagian memiliki seorang ayah yang mendampingi kedewasaan kalian sampai sekarang ini...?

bagaimana rasanya bertempat tinggal dengan orang tua dari kalian lahir sampai kalian dewasa dan menentukan jalan kalian sendiri...?

bagaimana rasa dan perasaan saat setiap hari bisa bertatap muka dengan ayah dan ibu kalian....?

bantu saya, walaupun saya cuma bisa berimajinasi untuk itu semua sampai sekarang ini..

Dec 25, 2011

Key Happiness

Apakah rahasia hidup yang bahagia itu? Banyak orang yang mengidentikkan kebahagiaan dengan segala sesuatu yang berada di luar kita, seperti harta benda yang kita miliki. Apakah Anda akan berbahagia jika mempunyai rumah yang indah, mobil mewah, penghasilan yang berlimpah, dan pasangan hidup dan anak-anak yang tampan dan cantik? Mungkin Anda akan mengatakan ”ya.” Tapi, percayalah itu tidak akan berlangsung lama.
Kebahagiaan yang disebabkan hal-hal di luar kita adalah kebahagiaan semu. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu Anda berhasil memiliki barang tersebut. Anda melihat kawan Anda membeli mobil mewah, handphone yang canggih, atau sekadar baju baru. Anda begitu ingin memilikinya.
Anehnya, begitu Anda berhasil memilikinya, rasa bahagia itu segera hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan, Anda mulai melirik orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang Anda miliki. Anda kembali berangan-angan untuk memilikinya. Demikianlah seterusnya. Dan Anda tidak akan pernah bahagia.

Coba katakan pada diri Anda sendiri, ”Saya sudah memilih untuk bahagia apapun yang akan terjadi.” Anda akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki harta yang banyak, walaupun kondisi di luar tidak sesuai dengan keinginan Anda. Semua itu tidak akan mengganggu karena Anda tidak menempatkan kebahagiaan Anda disana.
Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri Anda sendiri. Inti kebahagiaan ada pada pikiran Anda. Ubahlah cara Anda berpikir dan Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman batin.

Ada tiga pikiran yang perlu senantiasa Anda tumbuhkan. Saya mendapatkan gagasan mengenai tiga kunci kebahagiaan ini setelah merenungkan arti tasbih, tahmid dan takbir yang kita ucapkan tiap hari tapi sering tanpa makna yang mendalam. Saya kira ajaran seperti ini bukan hanya kita temukan dalam Islam saja, tetapi juga dalam ajaran agama yang lain.

Kunci pertama kebahagiaan adalah rela memaafkan. Coba renungkan kata subhanallah. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaanny a. Dengan memahami konsep ini, hati Anda akan selalu terbuka untuk memaafkan orang lain.
Seorang dokter terkenal Gerarld Jampolsky menemukan bahwa sebagian besar masalah yang kita hadapi dalam hidup bersumber dari ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang lain. Ia bahkan mendirikan sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan satu metode tunggal yaitu, rela memaafkan!


Kunci kedua adalah bersyukur. Coba renungkan kata alhamdulillah. Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa mengucapkan alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti cerita seorang petani miskin yang kehilangan kuda satu-satunya. Orang-orang di desanya amat prihatin terhadap kejadian itu, namun ia hanya mengatakan, alhamdulillah.
Seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang-orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya, namun ia hanya berkata, alhamdulillah.
Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat musibah. Anaknya yang berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh sehingga patah kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin, tapi sang petani hanya mengatakan, alhamdulillah. Ternyata seminggu kemudian tentara masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda untuk wajib militer. Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali anak sang petani karena kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya berkata singkat, alhamdulillah.

Cerita itu sangat inspiratif karena dapat menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu baik. Sebaliknya, apa yang kelihatan buruk belum tentu buruk. Orang yang bersyukur tidak terganggu dengan apa yang ada di luar karena ia selalu menerima apa saja yang ia hadapi.

Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-besarkan hal-hal kecil. Coba renungkan kalimat Allahu akbar. Anda akan merasa bahwa hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah-masalah ini bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang.
Penelitian mengenai stres menunjukkan adanya beberapa hal yang merupakan penyebab terbesar stres, seperti kematian orang yang kita cintai, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini bolehlah Anda anggap sebagai hal yang ”agak besar.” Tapi, bukankah hal-hal ini hanya kita alami sekali-sekali dan pada waktu-waktu tertentu? Kenyataannya, kebanyakan hal-hal yang kita pusingkan dalam hidup sebenarnya hanyalah masalah-masalah kecil.

Dec 23, 2011

bike to health

2 Hal Yang Membuat Kita Jarang Bersyukur

Pertama :
Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.
Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi target dan keinginan.
Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yg mendatangkan lebih banyak uang.
Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan.
Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapa pun banyak yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sesungguhnya.
Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ”kaya”.
Orang yang ”kaya” bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.
Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram.
Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yg sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.
Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.
Seorang pengarang pernah mengatakan, ”Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.” Ini perwujudan rasa syukur.


Kedua :
Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah :
Kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung.
Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.
Ada sebuah kisah mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia.
Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab,
”Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang.”
“Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.”
Bersyukurlah!
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu …
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar …
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit …
Di masa itulah kamu tumbuh …
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu …
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang …
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru …
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu …
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat …
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga …
Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih …
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan …
Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik …
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut …
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif …
Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu …